Selama ini banyak orang tua yang masih membacakan dongeng klasik
seperti Putri Salju atau Rapunzel untuk menidurkan anak-anak mereka.
Namun siapa sangka, jumlah orang tua yang masih melakukan kebiasaan
ini menyusut drastis karena banyak dongeng klasik yang dianggap
menakutkan bagi anak-anak.
Menurut sebuah studi yang melibatkan
2000 orang tua di Amerika Serikat sebagai responden baru-baru ini,
seperempat di antaranya mengaku tidak membacakan dongeng sebelum tidur
untuk anak-anak mereka sebelum usianya mencapai lima tahun. Alasannya,
mereka kewalahan menghadapi pertanyaan-pertanyaan canggung yang akan
muncul dari anak-anak.
Dilansir Telegraph, Minggu 12
Februari 2012, sepertiga orang tua mengaku anak-anak mereka menangis dan
bukannya tidur setelah dibacakan dongeng Gadis Kecil Berjubah Merah.
Beberapa dongeng lain karya Hans Christian Andersen serta Grimm
Bersaudara juga menimbulkan efek serupa pada anak-anak.
"Dongeng
sebelum tidur seharusnya bisa menenangkan anak-anak dan membuat mereka
tidur nyenyak. Namun seperti yang bisa kita lihat, beberapa cerita dapat
menjadi begitu dramatis dan "gelap" sehingga bisa dimengerti mengapa
banyak orang tua yang menolak mendongengi anak-anak mereka," kata Steven
Homsey dari kanal televisi Watch.
Homsey tak menampik bahwa
dongeng mengajarkan nilai-nilai moral. "Sebagai orang dewasa, kita tentu
bisa melihat sisi polos dongeng, namun tidak demikian halnya dengan
anak lima tahun dengan imajinasi ke lewat aktif yang biasanya memaknai
segala sesuatu dengan harafiah," tambahnya.
Studi ini juga
menemukan, dua per tiga orang tua menghindari dongeng yang bisa membuat
anak-anak mimpi buruk. Kalaupun harus membacakan dongeng sebelum tidur,
mereka lebih memilih dongeng modern yang memberi pesan moral kuat tanpa
perlu menjadi menakutkan.
Berikut daftar 10 judul teratas dongeng klasik yang sudah tidak dibacakan kebanyakan orang tua dan alasannya:
1. Hansel dan Gretel - Kisah tentang dua anak kecil yang tersesat di hutan dinilai menakutkan untuk anak-anak.
2. Jack dan Pohon Kacang - Dinilai terlalu tidak nyata.
3. Si Kue Jahe - Banyak orang tua yang merasa tidak nyaman menceritakan si kue jahe yang akhirnya dimakan serigala.
4. Gadis Kecil Berjubah Merah - Banyak orang tua yang merasa detail nenek si gadis dimakan serigala kurang pantas diceritakan.
5. Putri Salju dan Tujuh Kurcaci - Istilah "kurcaci" dianggap kurang layak.
6. Cinderella - Cerita tentang gadis yang mengerjakan semua pekerjaan rumah dianggap ketinggalan zaman.
7. Rapunzel - Banyak orangtua yang khawatir menceritakan anak perempuan yang diculik.
8. Rumpelstiltskin - Bercerita tentang eksekusi dan penculikan.
9. Ikal Emas dan Tiga Beruang - Mengirim pesan yang salah tentang mencuri.
10.
Ratu Lebah - Dinilai kurang pantas karena ada tokoh yang bernama
Simpleton, atau berarti "Orang yang bodoh dan gampang ditipu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar